
Pasangan
bakal calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli
tetap unggul dalam persaingan di Pilkada DKI. Berdasarkan hasil survei
Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pasangan Foke-Nara mendapat dukungan 49,1
persen.
Direktur
Citra Komunikasi LSI, Toto Izulfattah, menjelaskan survei yang dilakukan
tanggal 26 Maret-1 April 2012. Penjaringan responden menggunakan metode
multistage random sampling, didapatkan 440 responden di DKI Jakarta. Mereka
disodori survei kuesioner. Survei ini dibiayai oleh LSI sendiri.
Kepada
responden, LSI menanyakan pilihan terhadap enam pasangan bakal cagub dan
cawagub bila pemungutan suara dilakukan saat itu juga ketika pengumpulan data
dilakukan. Hasilnya
pasangan Foke-Nara memperoleh
49,1 persen suara. "Pemilih
mayoritas memilih Foke-Nara," kata Toto dalam jumpa pers di kantornya
Jalan Pemuda No 70, Jakarta Timur, Minggu (8/4/2012). Di posisi kedua
pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) mendapat 14,4
persen suara, disusul pasangan Hidayat
Nur Wahid-Didik Rachbini dengan 8,3
persen suara. Berturut-turut di posisi keempat hingga keenam, pasangan
Faisal Basri-Biem Benjamin (5,8
persen), Alex Noerdin-Nono
Sampono (3,9 persen) dan Hendardji
Soepandji-A Riza Patria yang hanya mendapat 1,2 persen.
Selain
itu, LSI juga merilis empat alasan mengapa Foke, calon incumbent, masih unggul
untuk bersaing di Pilkada DKI. Pertama, Foke paling dikenal pemilih (98,4 pesen). Kedua, Foke paling disukai (79,1 persen).
Ketiga, sebanyak 53,4 persen dari
total responden mengaku puas dengan kinerja Foke. "Keempat,
meski publik kurang puas tapi Foke
masih dipercaya mengatasi banjir, sampah dan macet," sebut Toto.
Jumlah responden yang masih mempercayai Foke sebanyak 38,2 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar